LUSTRUM
***
"Berhenti berharap pada masa depan
sama saja membunuh karaktermu di masa kini"
***
Aku ingin memperkenalkan sebuah entitas yang tak terlihat, namun bisa kita rasakan secara aktual. Terdiri dari tiga bagian yang tidak bisa ditebak dan membuat kita berpikir dan menebak-nebak apa yang akan terjadi pada episode-episode berikutnya. Ya, ia adalah "waktu", sebuah ruang dan dimensi yang magis, memiliki tiga bagian ajaib yang membuat peristiwa-peristiwa yang terkadang sulit dicerna oleh otak manusia. tiga bagian itu terdiri dari masa depan, masa kini dan lampau.
Di waktu lampau kita tidak benar-benar yakin akan kah kita sampai ke masa depan yang menjadi titik dimana saat ini kita sedang jalani. Di masa lampau kau tidak pernah terpikir akan sampai di masa kini dan membaca tulisan ini di kamar tidurmu yang hangat dengan redup cahaya lampu tidur di samping ranjangmu, atau kau sedang di sebuah kedai kopi di sudut kota, kabur dari rutinitas yang membelenggumu sepanjang hari dengan secangkir kopi panas bisa juga es kopi susu favoritmu yang kini sedang nge-tren di kalangan manusia seusiamu. Atau kau masih saja meringkuk dibelakang layar komputer dengan setumpuk berkas kantor yang berceceran diatas meja kerja karena atasanmu tidak memberimu waktu untuk menikmati akhir pekan. Jadi nikmati saja tulisan ini apapun situasi yang sedang kau kerjakan.
Waktu kerap melibatkan perasaan yang emosional, mengecoh pikiran demi realita munafik. Ketika kau benar-benar ingin melepas memorimu di masa lampau, ia akan mencengkeram erat pikiran dan perasaanmu. Tidak sedikit pun memberimu ruang bernapas dengan apa yang kau jalani saat ini. Ia akan menghujanimu dengan konstruksi yang ia buat di dalam pikiranmu, menciptakan konstruksi yang membebani perasaanmu.
Setiap detik, setiap menit, setiap hari, bulan dan tahun yang kau lalui merupakan skenario yang dibuatnya. Kau tidak akan benar-benar melalui hari ini jika tidak menjalani hari kemarin, begitu pun jika kau tak menjalani hari ini kau tidak akan benar-benar sampai pada hari esok. Begitulah cara kerja waktu, jika kau merasakannya, selamat. Kau sudah terjebak dalam alur permainan yang sudah dirancang olehnya.
Waktu akan menggiringmu pada entitas lain bernama rindu, menjadikan pikiranmu mengenang apapun yang sudah kau lalui. Setiap peristiwa yang kau lalui bersamanya tidak benar-benar mati. Ia hanya tertidur sementara, sampai pada waktu yang akan membangunkan tidur nyenyaknya. Percayalah, itu akan membuatmu sesak. Bising kepalamu mulai muncul meramaikan isi kepala dan memporakporandakan dinding yang sudah kau bangun setengah mati.
Aku tau kau lelah, akupun sama. Namun kau tidak bisa terus-terusan menyalahkan waktu, berdamailah dengannya. Sesekali ucapkan terima kasih padanya. Bahwa kau masih bisa bertahan hingga hari ini. Ia datang bukan hanya sebagai petaka yang mebuatmu jentaka, ia juga menjelma sebagai anugerah yang mebawa berkah. Jika bukan karenanya, kau tak kan bisa mengehela napas dengan lega dan melalui segalanya dengan tangis dan tawamu. Jadikanlah ia sebagai entitas yang mengajarimu segala pengalaman hidup, setidaknya untuk saat ini kau bisa pulang dan tidur dengan nyenyak. Ia juga mengantarkanmu pada seseorang yang kau idam-idamkan selama ini.
Waktu juga yang mengembalikan senyum dan tawamu yang sudah lama tak kau sunggingkan. Seseorang itu tidak pernah terlambat datang padamu, hanya saja waktu yang belum tepat sampai kau dipertemukan olehnya. Meskipun kau menunggu untuk selustrum atau bahkan sampai satu dekade. Waktu tak pernah membuat janji apapun denganmu ia datang dengan segala pembuktian sampai kau dipertemukan dengan orang yang paling istimewa dalam hidupmu.
Seseorang yang pantas kau rayakan. Kau jadikan ia raja dan permaisuri, kau ciptakan singgahsana yang paling indah pada ruang kosong yang lama sudah tertinggalakan bernama hati, membangun istana yang akan kau tinggali bersamanya sampai ratusan hari. Jangan pernah menyerah pada penantian, walaupun kau disuguhkan oleh sekumpulan kecewa yang pernah dijanjikan. Membawamu kembali ke dalam sebuah kehampaan, nyatanya ia akan datang berupa buih-buih penyangkalan.
***
_023407.jpg)
suka sama kata2nya, simpel gak bikin bingung
BalasHapus